Kamu ingin mulai berinvestasi tapi bingung jenis investasi yang cocok untuk pemula seperti kamu?

Tenang saja!

Di jaman serba canggih seperti sekarang, banyak sekali jenis investasi menguntungkan yang bisa kamu temukan, jadi kamu tinggal memilih jenis investasi mana yang kira-kira cocok untuk kamu.

Kunci utama dalam berinvestasi adalah jangan pernah menganggap sepele hal kecil sekalipun, karena bisa saja hal kecil tersebut dapat berdampak besar terhadap keuntungan investasi kamu, atau bahkan hal tersebut dapat membuat kerugian dalam investasi kamu.

Banyak orang yang tidak menyadari, bahkan tidak mau tahu, bagaimana pentingnya berinvestasi. Orang-orang yang sadar akan pentingnya investasi pasti akan mempertimbangkan baik-baik, mana uang yang harus ditabung dan mana yang harus diinvestasikan.

Agar kamu lebih terarah dalam menentukan jenis investasi yang akan kamu pilih, berikut 4 jenis investasi yang cocok untuk pemula:

1. Investasi Reksadana

Reksadana merupakan salah satu investasi yang cocok untuk pemula, karena reksadana merupakan salah satu alternatif investasi bagi masyarakat yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Selain itu, nilai minimal untuk turut serta dalam investasi reksadana pun terbilang rendah, yaitu mulai dari Rp 100.000.

Ada banyak jenis reksadana yang bisa diikuti, mulai dari pasar uang, pendapatan tetap, hingga pasar saham.

Sebelum mulai investasi pastikan kamu pelajari cara investasi reksadana agar kamu mengerti alur investasi yang akan kamu jalani.

Dana investasi yang kamu alokasikan nantinya akan ‘dimainkan’ oleh Manajer Investasi, maka pilih tujuan reksadana yang tepat. Baca juga prospektusnya dan pahami seluk-beluk di baliknya.

Mendaftar investasi reksadana sebenarnya mirip ketika membuka rekening di bank tertentu.

Apabila kamu sudah mulai berinvestasi, nantinya kamu akan akrab dengan istilah Unit Penyertaan (UP) dan Nilai Aktiva Bersih (NAB). Cara menghitung keuntungan investasi reksadana sebenarnya cukup mudah.

 

2. Investasi Saham

Investasi yang cocok untuk pemula berikutnya adalah investasi saham.

Beberapa tahun terakhir, sudah banyak sekali anak muda yang mulai berinvestasi pada saham, hal ini karena akses terhadap pasar saham kini semakin mudah.

Saat ini ada banyak perusahaan sekuritas yang bisa diakses untuk mendaftar dan mulai berkontribusi terhadap pasar saham.

Keuntungan dari investasi saham yang bisa didapat antara lain dari jual-beli setiap kepemilikan dan juga dividen dari perusahaan yang sahamnya kita miliki.

 

3. Investasi Emas

Investasi emas bisa dibilang salah satu jenis investasi yang paling mudah untuk dimulai. Sederhananya, investasi saham bisa didefinisikan sebagai kepemilikan fisik atas emas batangan, bisa berupa emas Antam, atau secara value di platform online yang bergerak di bidang investasi emas.

 

4. Investasi Properti

Berinvestasi pada properti memang membutuhkan uang dengan jumlah yang besar. Namun, keuntungan yang akan kamu dapatkan juga akan besar dalam jangka panjang.

Selain kamu bisa menciptakan passive income dengan aset properti, kamu juga bisa menjadikannya sebagai sebuah investasi yang bisa dijual dalam beberapa tahun ke depannya.

Cobalah berinvestasi dengan dua jenis investasi menguntungkan dan investasi yang cocok untuk pemula di atas secara perlahan sembari mengumpulkan modal, atau kamu juga bisa memulai bisnis.

Secara perlahan, bila kamu sudah memiliki cukup dana, cobalah membeli rumah yang sederhana saja namun berada di daerah yang strategis. Ada banyak rumah yang bisa kamu beli dengan harga mulai dari Rp 450 juta.

Rumah tersebut kemudian bisa kamu sewakan sehingga kamu memiliki pendapatan setiap bulan atau tahun.

Saat membeli rumah, cobalah untuk membeli rumah di daerah yang memiliki potensi untuk berkembang, seperti daerah yang di sekitarnya akan di bangun proyek transportasi, pelebaran jalan, dan sebagainya.

Rumah yang kamu beli nantinya akan bertambah nilainya dalam jangka panjang, apalagi karena berada di lokasi yang strategis dan berkembang, bisa mengalami peningkatan harga sekitar 15% hingga 22% setiap tahunnya.

Atau bila kamu berniat untuk menyewakannya, harga sewanya biasanya memiliki rentang 4% hingga 10% per tahunnya.

Sebagai contoh, kamu membeli rumah seharga Rp 400 juta di Bandung, kemudian kamu menyewakannya seharga Rp 16 juta per tahun kepada keluarga baru menikah yang biasanya masih memiliki keuangan terbatas, kamu bisa meraup passive income dari aset tersebut sebesar Rp 16 juta setiap tahunnya.

Selain mendapatkan passive income, harga rumah tersebut juga akan berangsur-angsur meningkat. Bila peningkatan harga rumah tersebut sebesar 15% setiap tahun dari harga awal, itu artinya dalam 10 tahun harga rumah tersebut menjadi:

Rp 400 juta x 15% = Rp 60.000.000

Rp 60.000.000 x 10 tahun = Rp 600.000.000

Itu artinya, dalam 10 tahun, aset kamu menjadi:

Rp 400.000.000 + Rp 600.000.000 = Rp 1 Miliar

Untuk mendapatkan aset tersebut dengan cepat dan berinvestasi padanya, kamu tentu harus mengumpulkan dana.

Apabila kamu tidak memiliki dana untuk sekarang, kamu bisa mengajukan KPR ke bank dan langsung menyewakannya, agar cicilan KPR bisa dibayar dengan bantuan uang sewa penyewanya.

Nah, itulah 4 jenis investasi yang cocok untuk pemula yang patut untuk dipertimbangkan. Tapi jangan buru-buru, ada baiknya kamu paham investasi apa yang benar-benar cocok untukmu, baik dari segi resiko, modal, dan berbagai analisis teknikal yang dibutuhkan.

sumber : koinworks.com